Jumat, 08 Januari 2016

makhluk terunik itu.......



Dari ke lima belas kawanku, 11 diantarany adalah perempuan. Mereka ialah diyan, diyah, winda, melly, nilna, amil, ang, anik, nisak. Sebagai seorang perempuan hal ini cukup berat kami alami, tapi untuk sebuah pendidikan ini tak boleh membuat kami lantas putus asa.
Kemarin sahabatku diyan berkirim pesan melalui Wa ia bercerita “ nia, bagaimana kabarmu? Aku banyak masalah. Sakit. Siakad tidak bisa dibuka. Tambah sekolah mau ada acara DN, hehehheee aku ingin berteriak sekeras mungin.. tapi taklaaah  nia kita kan seterong, pilihan ini menunjukkan kita hebat bisa sampai sini nia. Menyangati keadaan hehehe”, begitulah kiranya ia menyemangati dirinya dan diriku.
Lantas hal itu ku tanggapi “benar diii, cepet sembuh ya beeb”, aku yang notabene ingin banyak diam karena sudah penat tak ingin banyak menanggapi, apalagi kalau aku tambah mengeluh kasian juga kawanku itu. hahahhaahhaahhaaha…………..peace!
Gambaran sedikit itu cukup mewakili keadaan kami disini kan, ini bukanlah apa atau bagaimana. Tapi ini adalah pelajaran untuk kita semua. Bahwa penyesalan tidak pernah ada gunanya, melakukan yang terbaik merupakan pilihan tepat. Perempuan memang diciptakan dari tulung rusuk kaum laki-laki bukan berarti perempuan lemah. Banyak keadaan yang menguatkan kita. Kita memang bukanlah kartini apalagi dewi sartika. Tapi kami berusaha sekuat tenaga hanya untuk Indonesia. Sekarang!
Indonesia bagaimana kabarmu hari ini? Bagaimana generasi penerus negeri saat ini? Kami memang sedang buta tanah air, itu bukan berarti kami lantas lupa dan selesai. Usaha kami disini sesungguhnya adalah bentuk dedikasi untuk negeri. Bagaimana kami setiap hari dipanggil sebagai kakak Indonesia? Bagaimana kami disini dikenal pandai? Bagaimana kami disini dikira tau segala macam seluk beluk Indonesia? Tidak ada yang mudah untuk sebuah pengabdian. Itulah kesimpulan yang paling tepat.
Studi. Edukasi bagi kami adalah yang terpenting. Pulang harus membawa ilmu sebanyak-banyaknya kembali membangun negeri. Kami akan tetap berdiri gagah sebagai Indonesia. Salah satu teman saya pernah berkata “ ini mah namanya menguntungkan pihak sini dan tidak menguntungkan bagian kita” , dengan tangkapan sebisanya kujawab “iya”, tapi dalam hati aku berkata “ini bukanlah bisnis, janji sebagai bentuk pengabdian masyarakat, tapi………………….(tebak sendiri)” bukannya aku munafik atau apa, itu hanyalah bentuk menghindari keteganggan. Dalam keadaan tertekan banyak orang akan mengalami stress yang tidak disadari, mungkin temanku sedang mengalami hal itu. singkat pikirku.
Thailand, itulah tempat belajar kami. Kami dipisah satu sama lain untuk disebar ke sekolah-sekolah tempat kami bertugas. Sebagai seorang gadis berada diluar negeri kali pertama tentunya was-was bercampur gundah gulana tapi mau bagaimana lagi. Sendiri, tak ada kawan, sanak saudara , keluarga hanya guru, kawan sekolah, murid dunia kami seharinya di habitat baru, yang saking barunya duniaku sempat terbalik sepertinya. Beda 180 derajat. Bayangkan saja dari mereka tidak ada yang tidak memakai hijab besar hamper semua memakai hijab besar. Berjubah, bahkan ada yang memakai cadar sedangkan dunia sebelumnya berhijad ala Indonesia simple dan seadanya. Menjadi wanita seutuhnya but just fisikly. Tentang inner beauty aku tak pernah bisa melihatnya. Mohon maaf.
Berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri adalah motto hidup kami disini. Kali ini aku sengaja hanya berbicara tentang kawanku perempuan, hanya perempuan. Aku bercerita tentang kekuatan temanku yang perempuan. Itu bukan berarti aku ingin berada diatas laki-laki. Aku hanya ingin meneriakkan kepada perempuan-perempuan lain di Indonesia, jangan hanya keluar negeri menjadi TKW. Jangan mau menjadi buta huruf, jangan mau anak-anak kalian tak pandai, putus sekolah bahkan sampai menjual diri. Aku tau banyak kemiskinan menjalar di Indonesia, banyak perempuan Indonesia menikah muda, banyak dari kalian memilih berhenti sekolah mengganti dengan kerja. Aku tau itu penting, bukan hendak berkhotbah tapi bacalah hadits Muhammad bahwa surge dibawah telapak kaki ibu, lihatlah betapa yesus kristus dilahirkan dari seorang bunda. Bahwa Dewi Sri symbol panen raya dalah perempuan.  Perempuan itu unik. Mereka kuat. Tengok aku dan kawan-kawanku jika kau tak bisa melihat kelebih atas untuk brsemangat memotivasi hidupmu. Sekolah kami berstatus STAIN Kediri yang hamper jadi IAIN yang akan mati. Nasib, ya nasib siapa yang tau. Di negeri orang kami ketar ketir tentang sekolah. Sedangkan berita tanah air, sekolah kami rusuh huru hara datang. Ambisi menjadi IAIN untuk world class university mau tidak mau memaksa sekolah kami untuk mendirikan fakultas baru, tapi yang kami tau bangunan sekolah kami tidak mencukupi untuk mahasiswa 2500 target IAIN ajaran baru. Sekilas berita itu mungkin menurut sebagian orang tidak penting. Namun, bagi kami adalah   kebanggaan. Setidaknya sekolah kami berusaha memenuhi tida pilar pendidikan, penelitian, pengabdian. Kebanggaan kami tetap STAIN Kediri, ambisi kami tetap wanita independent Indonesia, seruan kami tetap bahwa semua wanita adalah guru, guru untuk generasi penerus bangsa. Tidak mungkin kami menghianati status kami sebagai wii, inilah kami tanpa tedeng aling-aling. Jika diluar sana ada malala, ada Diana, ada blueeye maka disini ada kami. Indonesia di hati. Kami bukan Jawa kami bukan Sulawesi kami bukan papua, kami tak pernah memilih pesisir, hutan, tanah, tau air karena kami INDONESIA TANAH AIRKU. Jempol dinamakan ibu jari itu berarti siapa yang menghargai perempuan jempolan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar