entah kau mengartikan apa?
apa ya?
apa artinya?
aku juga bingung,
konon dia jadi menteri karena ibunya,
konon dia jadi preesident karena ibunya juga,
dua saudara itu tak keluar dari rahim yang sama,
tapi ibunya sama, eentah karena hubungan dari mana,
bisa jadi dari hubungan kongkalikong,
saling sokong untung satu sama lain,
dia, perempuan itu jadi menteri,
waaaaah, hebat ya,,, bisa ini bisa itu,
akhir kata entah hebat tak hebat laki-laki itu harus berkata dia hebat,
diganti atau gak? untuk jadi menteri lain lah, atau apa gitu?
ternyata tak digangti,,,
hebat!
hebat dibuat atau apalah..
@narathiwat
Senin, 18 Januari 2016
Jumat, 15 Januari 2016
BN and dirimu
Pahlawan.
Iya pahlawan, apa definisi
pahlawan menurut dirimu? Pasti kau akan banyak mendifinisikan dengan
keyakinanmu sendiri, ciieh mulai pandai nich. Kalau tak begitu bak orang-orang
nasionalisme itu mereka akan bilang pahlawan itu ya Soekarno yang berjuang
untuk Negara Indonesia hingga merdeka, ada lagi yang unjuk kebolehan dengan
mengatakan pahlawan adalah mereka yang punya sifat patriotism, cinta dengan
tanah airnya. Bisa jadi hal ini akan semakin rancu pemirsa, jika diteruskan
hahaahaa.. sudahi dulu mari kita lanjutkan!
Tentunya dalam hidup dirimu
pernah dengar “meski orang gak punya setidaknya kita bisa berbagi”, klasik
banget nggak? Klasik dong dari jaman bahuelak mah sudah pada gitu. Ngomongin
soal berbagi aku punya cerita, dari wanita-wanita tangguh niiiich kawan,,,,
mereka yang selalu kuanggap sebagai pahlawan (tentunya pahlawan difenisiku
sendiri). Mereka akan mengorbankan sebagian masa-masa nyaman mereka, untuk
peduli dengan sesame. Kenapa ku katakana pahlawan? Karena ketika diriku
kesusahan sudah dapat dipastikan mereka pasti membantu, ktika aku lapar pasti
ada nasi untukku dari mereka Itulah pahlawan. sebagai gadis-gadis jaman
sekarang menghadapi era tekhnokrat semacam ini mengesampingkan berbagai
kesenangan ala anak jaman sekarang tentu nya tidak mudah.
Jika ada pertanyaan mengapa
diriku menulis hanya bagian perempuan saja? Karena bagiku tanpa tulisanku
seorang laki-laki sudah mampu dan kuat mempertahankan dirinya, hhahahaa,,,,,
siapa yang perempuannya mau hidup susah harus bekerja ke luar negeri? Siapa
yang mau anaknya terpaksa kawin muda? Siapa perempuan yang ingin menjadi sipon?
Laila athiyah? Tidak ada.
Hima. Begitulah aku memanggilnya
. kami tak pernah menyangka menjadi sahabat sedekat ini. Aku selalu datang
kepadanya dengan semangat yang mennggebu gebu, itulah alasanku terbesar hingga
sekarang untuk tak bosan mendengarkan critanya. Pertemuan dalam satu organisasi
membawaku dekat dengannya, dial ah yang kuanggap pahlawan bersama hima-hima
yang lain dengan nama putrid, melly, biah, dll mereka mengikuti aktivitas
berbagi nasi. Dia akan banyak bercerita tentang ini dan itu tentang keadaannya.
Dia kuanggap sebagai perempuan yang selesai, artinya bukan selesai mati tapi
selesai dalam hidupnya. Dia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, entah diluar
sana ia membawa segudang masalah atau tidak. Berbagi nasi yang dilakukannya
membawa ikut tertarik mengikutinya, aktivitas ini dilakukan oleh sebagian
anak-anak muda pejuang nasi begitulah disebutnya. Dari mereka ada yang
laki-laki dan ada yang perempuan , jarangnya anggota perempuan mungkin karena
dilakukan malam hari enggan untuk mereka dan takutnya bahaya. Berbagi nasi
Kediri bukanlah suatu organisasi atau komunitas mereka tidak mempunyai anggota
tetpa, sukarela , panggilan nuranilah yang smpat dikatakan hima kepadaku lasan
utama mereka tetap melakukannya. BerNas Kediri digagas oleh Ibrahim dan amin,
yang mereka pikirkan inilah saatbnya membantu gepeng , tukang becak dan para
dkp yang tidur dalam keadaan lapar. Berselimutkan udara malam berntal dan kasur
bumi Tuhan. Maka dari itu BerNas dilakukan oleh mereka pada malam hari untuk
menghindari mereka yang pura – pura miskin. Itulah kehidupan, hidup yang kadang
ada pasang surutnya, tidak melulu berpunya juga tidak melulu kecewa. Masih
banyak yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan satu minggu sekali setiap
kamis malam. Nasi mereka dapat dari donator tetap. Niat ihklas mereka hanya
membantu, begitulah diriku yang juga hanya bisa membantu. Setidaknya aku akan
terus mendukung perempuan-perempuan seperti hima, putrid, melly , diyan, biah
untuk terus peduli,, hahahaa… mungkin sebagian orang akan mengatakan tulisanku
hancur. Tapi inilah caraku menghapus satu rindu yang melulu bertanya tentang
kabarmu? Wanita-wanita Indonesia.
Jumat, 08 Januari 2016
makhluk terunik itu.......
Dari ke lima belas kawanku, 11
diantarany adalah perempuan. Mereka ialah diyan, diyah, winda, melly, nilna,
amil, ang, anik, nisak. Sebagai seorang perempuan hal ini cukup berat kami
alami, tapi untuk sebuah pendidikan ini tak boleh membuat kami lantas putus
asa.
Kemarin sahabatku diyan berkirim
pesan melalui Wa ia bercerita “ nia, bagaimana kabarmu? Aku banyak masalah.
Sakit. Siakad tidak bisa dibuka. Tambah sekolah mau ada acara DN, hehehheee aku
ingin berteriak sekeras mungin.. tapi taklaaah nia kita kan seterong, pilihan ini menunjukkan
kita hebat bisa sampai sini nia. Menyangati keadaan hehehe”, begitulah kiranya
ia menyemangati dirinya dan diriku.
Lantas hal itu ku tanggapi “benar
diii, cepet sembuh ya beeb”, aku yang notabene ingin banyak diam karena sudah
penat tak ingin banyak menanggapi, apalagi kalau aku tambah mengeluh kasian
juga kawanku itu. hahahhaahhaahhaaha…………..peace!
Gambaran sedikit itu cukup
mewakili keadaan kami disini kan, ini bukanlah apa atau bagaimana. Tapi ini
adalah pelajaran untuk kita semua. Bahwa penyesalan tidak pernah ada gunanya,
melakukan yang terbaik merupakan pilihan tepat. Perempuan memang diciptakan
dari tulung rusuk kaum laki-laki bukan berarti perempuan lemah. Banyak keadaan
yang menguatkan kita. Kita memang bukanlah kartini apalagi dewi sartika. Tapi
kami berusaha sekuat tenaga hanya untuk Indonesia. Sekarang!
Indonesia bagaimana kabarmu hari
ini? Bagaimana generasi penerus negeri saat ini? Kami memang sedang buta tanah
air, itu bukan berarti kami lantas lupa dan selesai. Usaha kami disini
sesungguhnya adalah bentuk dedikasi untuk negeri. Bagaimana kami setiap hari
dipanggil sebagai kakak Indonesia? Bagaimana kami disini dikenal pandai?
Bagaimana kami disini dikira tau segala macam seluk beluk Indonesia? Tidak ada
yang mudah untuk sebuah pengabdian. Itulah kesimpulan yang paling tepat.
Studi. Edukasi bagi kami adalah
yang terpenting. Pulang harus membawa ilmu sebanyak-banyaknya kembali membangun
negeri. Kami akan tetap berdiri gagah sebagai Indonesia. Salah satu teman saya
pernah berkata “ ini mah namanya menguntungkan pihak sini dan tidak
menguntungkan bagian kita” , dengan tangkapan sebisanya kujawab “iya”, tapi
dalam hati aku berkata “ini bukanlah bisnis, janji sebagai bentuk pengabdian
masyarakat, tapi………………….(tebak sendiri)” bukannya aku munafik atau apa, itu
hanyalah bentuk menghindari keteganggan. Dalam keadaan tertekan banyak orang
akan mengalami stress yang tidak disadari, mungkin temanku sedang mengalami hal
itu. singkat pikirku.
Thailand, itulah tempat belajar kami.
Kami dipisah satu sama lain untuk disebar ke sekolah-sekolah tempat kami
bertugas. Sebagai seorang gadis berada diluar negeri kali pertama tentunya
was-was bercampur gundah gulana tapi mau bagaimana lagi. Sendiri, tak ada
kawan, sanak saudara , keluarga hanya guru, kawan sekolah, murid dunia kami
seharinya di habitat baru, yang saking barunya duniaku sempat terbalik
sepertinya. Beda 180 derajat. Bayangkan saja dari mereka tidak ada yang tidak
memakai hijab besar hamper semua memakai hijab besar. Berjubah, bahkan ada yang
memakai cadar sedangkan dunia sebelumnya berhijad ala Indonesia simple dan
seadanya. Menjadi wanita seutuhnya but just fisikly. Tentang inner beauty aku
tak pernah bisa melihatnya. Mohon maaf.
Berusaha sekuat tenaga untuk
tetap berdiri adalah motto hidup kami disini. Kali ini aku sengaja hanya
berbicara tentang kawanku perempuan, hanya perempuan. Aku bercerita tentang
kekuatan temanku yang perempuan. Itu bukan berarti aku ingin berada diatas
laki-laki. Aku hanya ingin meneriakkan kepada perempuan-perempuan lain di
Indonesia, jangan hanya keluar negeri menjadi TKW. Jangan mau menjadi buta
huruf, jangan mau anak-anak kalian tak pandai, putus sekolah bahkan sampai
menjual diri. Aku tau banyak kemiskinan menjalar di Indonesia, banyak perempuan
Indonesia menikah muda, banyak dari kalian memilih berhenti sekolah mengganti
dengan kerja. Aku tau itu penting, bukan hendak berkhotbah tapi bacalah hadits
Muhammad bahwa surge dibawah telapak kaki ibu, lihatlah betapa yesus kristus
dilahirkan dari seorang bunda. Bahwa Dewi Sri symbol panen raya dalah
perempuan. Perempuan itu unik. Mereka
kuat. Tengok aku dan kawan-kawanku jika kau tak bisa melihat kelebih atas untuk
brsemangat memotivasi hidupmu. Sekolah kami berstatus STAIN Kediri yang hamper
jadi IAIN yang akan mati. Nasib, ya nasib siapa yang tau. Di negeri orang kami
ketar ketir tentang sekolah. Sedangkan berita tanah air, sekolah kami rusuh
huru hara datang. Ambisi menjadi IAIN untuk world class university mau tidak
mau memaksa sekolah kami untuk mendirikan fakultas baru, tapi yang kami tau
bangunan sekolah kami tidak mencukupi untuk mahasiswa 2500 target IAIN ajaran
baru. Sekilas berita itu mungkin menurut sebagian orang tidak penting. Namun,
bagi kami adalah kebanggaan. Setidaknya
sekolah kami berusaha memenuhi tida pilar pendidikan, penelitian, pengabdian.
Kebanggaan kami tetap STAIN Kediri, ambisi kami tetap wanita independent
Indonesia, seruan kami tetap bahwa semua wanita adalah guru, guru untuk
generasi penerus bangsa. Tidak mungkin kami menghianati status kami sebagai
wii, inilah kami tanpa tedeng aling-aling. Jika diluar sana ada malala, ada
Diana, ada blueeye maka disini ada kami. Indonesia di hati. Kami bukan Jawa
kami bukan Sulawesi kami bukan papua, kami tak pernah memilih pesisir, hutan,
tanah, tau air karena kami INDONESIA TANAH AIRKU. Jempol dinamakan ibu jari itu
berarti siapa yang menghargai perempuan jempolan.
Senin, 04 Januari 2016
meraba-raba
pantaskah jika dirimu dikatakan cantik?
jika masih ada yang mengatakan kamu tak pandai,
bukan berarti itu bodoh,
Pataskah dikau selalu minta dihargai ?
jika banyak yang kau tak hargai,
kamu akan banyak curhat kesana kemari,
menangisi ini itu,
dengan sedikit bumbu super duper baper,
setelah itu kamu akan bertanya harus bagaimana?
Tapi kamu tak tau bisa atau tdak.
akhirnya kamu memilih untuk diam saja,
kembali pada perasaan yang sama,
enggan melangkah karena kamu takut,
enggan memilih karena kamu malas,
enggan mengatakan karena kamu kurang pengetahuan,
memilih menghindar karen kamu tau kamu akan galau,
itulah kehidupan,
akhirnya tuhanlah yang jadi sasaran untuk beradu pengakuan kesalahan slama ini,
penyesalan memang akan datang,
tapi tidak selamaya selesai terang dan mudah,
banyak hal yang kamu lakukan orang lain tak senang,
kmu akan bingung melakukan sesuatu hal,
lalu bicara pada sesiapa tak ada,
lalu kamu akan berjalan kearah utara dan selatan,
sendirian dengan rasa gugup tak tertahankan,
bagaimana kamu menghadapi orang-orang itu?
bagaimana kamu menghadapi sesuatu yang selama ini kamu takuti,
berbicara seolah tak ada yang mendengar,
bercerita tapi semua sibuk.
atau kamu yang mungkin salah paham,
atau kamu? rabalah!
ruang kesangan, bilik kak dah dan wardah!
2016, januar.
jika masih ada yang mengatakan kamu tak pandai,
bukan berarti itu bodoh,
Pataskah dikau selalu minta dihargai ?
jika banyak yang kau tak hargai,
kamu akan banyak curhat kesana kemari,
menangisi ini itu,
dengan sedikit bumbu super duper baper,
setelah itu kamu akan bertanya harus bagaimana?
Tapi kamu tak tau bisa atau tdak.
akhirnya kamu memilih untuk diam saja,
kembali pada perasaan yang sama,
enggan melangkah karena kamu takut,
enggan memilih karena kamu malas,
enggan mengatakan karena kamu kurang pengetahuan,
memilih menghindar karen kamu tau kamu akan galau,
itulah kehidupan,
akhirnya tuhanlah yang jadi sasaran untuk beradu pengakuan kesalahan slama ini,
penyesalan memang akan datang,
tapi tidak selamaya selesai terang dan mudah,
banyak hal yang kamu lakukan orang lain tak senang,
kmu akan bingung melakukan sesuatu hal,
lalu bicara pada sesiapa tak ada,
lalu kamu akan berjalan kearah utara dan selatan,
sendirian dengan rasa gugup tak tertahankan,
bagaimana kamu menghadapi orang-orang itu?
bagaimana kamu menghadapi sesuatu yang selama ini kamu takuti,
berbicara seolah tak ada yang mendengar,
bercerita tapi semua sibuk.
atau kamu yang mungkin salah paham,
atau kamu? rabalah!
ruang kesangan, bilik kak dah dan wardah!
2016, januar.
Langganan:
Komentar (Atom)


