Kamis, 10 Maret 2016

Jalan lurus tapi berliku

Ini kisahku, yang akan kukisahkan senyata-nyatanya kepadamu. persahabatan yang begitu gak penting pakek banget. hehehehehe ( senyum mengejek).

Ameela namanya. biasa ku panggil dengan "amiiiiiiiiiiiil", karena memanggil dengan kata "amil" akan membuat jarakku dengannya lebih dekat, meski yang merasakan hanya aku... hohoho...
Sekarang kami menjalani aktifitas menjadi seprang guru disalah satu sekolah di wilayah Narathiwat-Thailand Selatan. aktifitas ini, kami namai sebagai Student Exchange , karena memang MOU antara Indonesia-Thailand di progam kami ini tertulis Student Exchange, Indonesia mengirimkan mahasiswanya dan begitulah sebaliknya untuk saling belajar (Buku tatib Badan Alumni Thailand Selatan 2010).
Dia bertugas di Darul Islah kampung kae mae Luar dan aku di Ma'had Narawith Islam bagian bandar Narathiwat orang-orang sini menyebutnya. Jarak antara tempat kami bertugas entah secara kebetulan atau tidak juga tidak jauh, hanya sekitar 10 km. Mungkin itu juga yang menjadi satu alasan mengapa aku tetap bisa berdiskusi dengan sahabatku itu walau di Thailand.

Awal, awalnya sekali. dulu, dan kenpa harus ada dulu? aku juga tidak tahu. tebak sendiri atau jangan2 kamu sudah mulai bingung membaca ceritaku. Dia mengajakku untuk ikut jejaknya di organisasi ekstra yang ada di kampus kami. Aku sebenarnya menanggapi hal itu tidak serius, tapi ternyata dia serius hingga mengajakku pada tingkat pelatihan menjadi anggotanya. Organisasi itu, dipanggil HMI. iya HMI. Tentu, ia yang me-MHI terlebih dulu daripada aku. Alhamdulillah, ucapku saat itu karena telah menuntaskan latihan kader 1 di HMI beribu sayang terlantun dihati karena sahabatku amil ia sakit dan harus pulang ditengah perjalanannnya latihan kader. Keadaan itu, membuat ia lulus sebagai anggota tapi bersyarat. lama-kelamaan berproses di HMI membuatku semakin dekat dengan dia, kami bersahabat layaknya adik-kakak. Memang tidak sama tapi setujuan, memang berbeda tapi kompak, memang sama-sama tidak aktif di HMI, tapi suatu waktu sketika bercakap terlontar dari mulutnya, entah itu hanya semua atau barang kali tanda basa-basi "jiwa-raga kami masih HMI" entah sampai kapan. Kali ini, ajakannya begitu berhasil hingga membawaku pada posisi sekum di HMI komisariat Jalalludin Al Rumy bersama kanda Abas Dan semua kanda-Yunda , Dinda-Adinda semoga nahkoda kami sampai tujuan yang lurus dan benar meski penuh liku.

KaNda. Begitulah ajang itu dinamai. setidaknya kami juga pernah menjadi seniman bersama. Berproses sebagai DULUR KaNda dan yang namanya DULUR tidak pernah ada kata bekas. Mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa ) KaNda membuat kami tambah segalanya. Berolah tidak hanya pikir , materi tapi juga rasa membuat kami bisa mengatakan kepada dunia "bahwa kami sangat bahagia" walaupun terkadang derita jua. Itulah kehidupan, yang tidak perlu disembunyikan disana segala rasa diproses dan dienyahkan menjadi model drama, prosa, gambar, kepedulian, kepandaian dan bahkan apa saja yang kau inginkan. Puncakku berproses di KaNda yang aku harus memngucapkan banyak-banyak terima kash kepada amil adalah aku sempat ikut aksi sebagai penderita HIV_AIDS pada acara hari AIDS dunia di Bundaran Sekartaji Kediri. Itu juga berkat ajakan Amil.

Hingga akhirnya aku mengenal DeDIKASI salah satu UKM yang bergelut dibidang jurnalistik melalui KaNda. Sampai sekarang aku masih menjadi anggotanya.  Alhamdulillah, puji Tuhan untuk yang kedua mengantarkan ku sekarang menjadi tim redaksi. Jika dulu berada di KaNda namun, sekarang memilih jalan lain untuk berproses kami bangga menyebut diri kami sebagai dulur KaNda.

Ingin kuucapkan beribu terima kasih kepadanya, sahabatku amila. Dijajaran kawanku yang lain kurasa Ia memang mempunyai daya intelektual. Akhir-akhir ini ku ketahui Ia mempunyai banyak murid di bimbingan belajar yang baru saja Ia dirikan. Kami akan banyak bercerita tentang hal-hal yang konyol. Misal kami akan mendiskusikan tentang status di facebook yang orang lain anggap tidak penting tapi bagi kami penting untuk didiskusikan karena seru. Satu lagi tentang wacana untuk negara, (ciiiiiiieeee sok president), atau tentang Tuhan ia akan menanggapinya yang ternyata entah kebetulan atau tidak kadang pendapatnya agak sama.   

begitulah ceritaku dengannya, tulisan ini sengaja di tulis untuk memperingati hari perempuan internasioanl. Dan untuk merayakan ulang tahun Amila pada 27 MARET nanti, untuk itu aku akan mng-post tulisan - tulisan yang hingga tanggal 27 Maret nanti sebagai kadoku untuknya. 




Ma'had Narawith Islam.




Selasa, 16 Februari 2016

nagita slavina



Nagita Slavina,
Ini hanya pendapat jika kau tak suka tidak usah kau membacanya,
Tak ada bayi seberuntung rafatar ahmad di Indonesia ketika ia dilahirkan sekalipun itu anak president,
Sebelum ia terlahir kita berhak menengok ayah-ibunya, siapa yang tak mau seberuntung mereka. Hadir disetiap moment acara, nagita adalah wanita paling beruntung. Cantik, pandai, terkenal , kaya dapat suami kayak pula. Menjadi ibu sebagai pertanda smpurnanya seorang wanita dengan sehat dan sempurna fisik.
Dunia orang biasa bermimpi menjadi nagita mungkin hanyalah sebuah romansa khayalan. Tapi tidak dengan kita yang mempunyai segudang keyakinan.
Jika kau percaya tuhan maha adil tidak ada yang tidak mungkin, bukan menjadi seperti nagita tapi belajar dari nagita. Ok fix.

Senin, 18 Januari 2016

Mengerti atau tidak

entah kau mengartikan apa?
apa ya?
apa artinya?
aku juga bingung,
konon dia jadi menteri karena ibunya,
konon dia jadi preesident karena ibunya juga,
dua saudara itu tak keluar dari rahim yang sama,
tapi ibunya sama, eentah karena hubungan dari mana,
bisa jadi dari hubungan kongkalikong,
saling sokong untung satu sama lain,
dia, perempuan itu jadi menteri,
waaaaah, hebat ya,,, bisa ini bisa itu,
akhir kata entah hebat tak hebat laki-laki itu harus berkata dia hebat,
diganti atau gak? untuk jadi menteri lain lah, atau apa gitu?
ternyata tak digangti,,,
hebat!
hebat dibuat atau apalah..





@narathiwat

Jumat, 15 Januari 2016

BN and dirimu



Pahlawan.
Iya pahlawan, apa definisi pahlawan menurut dirimu? Pasti kau akan banyak mendifinisikan dengan keyakinanmu sendiri, ciieh mulai pandai nich. Kalau tak begitu bak orang-orang nasionalisme itu mereka akan bilang pahlawan itu ya Soekarno yang berjuang untuk Negara Indonesia hingga merdeka, ada lagi yang unjuk kebolehan dengan mengatakan pahlawan adalah mereka yang punya sifat patriotism, cinta dengan tanah airnya. Bisa jadi hal ini akan semakin rancu pemirsa, jika diteruskan hahaahaa.. sudahi dulu mari kita lanjutkan!
Tentunya dalam hidup dirimu pernah dengar “meski orang gak punya setidaknya kita bisa berbagi”, klasik banget nggak? Klasik dong dari jaman bahuelak mah sudah pada gitu. Ngomongin soal berbagi aku punya cerita, dari wanita-wanita tangguh niiiich kawan,,,, mereka yang selalu kuanggap sebagai pahlawan (tentunya pahlawan difenisiku sendiri). Mereka akan mengorbankan sebagian masa-masa nyaman mereka, untuk peduli dengan sesame. Kenapa ku katakana pahlawan? Karena ketika diriku kesusahan sudah dapat dipastikan mereka pasti membantu, ktika aku lapar pasti ada nasi untukku dari mereka Itulah pahlawan. sebagai gadis-gadis jaman sekarang menghadapi era tekhnokrat semacam ini mengesampingkan berbagai kesenangan ala anak jaman sekarang tentu nya tidak mudah.
Jika ada pertanyaan mengapa diriku menulis hanya bagian perempuan saja? Karena bagiku tanpa tulisanku seorang laki-laki sudah mampu dan kuat mempertahankan dirinya, hhahahaa,,,,, siapa yang perempuannya mau hidup susah harus bekerja ke luar negeri? Siapa yang mau anaknya terpaksa kawin muda? Siapa perempuan yang ingin menjadi sipon? Laila athiyah? Tidak ada.
Hima. Begitulah aku memanggilnya . kami tak pernah menyangka menjadi sahabat sedekat ini. Aku selalu datang kepadanya dengan semangat yang mennggebu gebu, itulah alasanku terbesar hingga sekarang untuk tak bosan mendengarkan critanya. Pertemuan dalam satu organisasi membawaku dekat dengannya, dial ah yang kuanggap pahlawan bersama hima-hima yang lain dengan nama putrid, melly, biah, dll mereka mengikuti aktivitas berbagi nasi. Dia akan banyak bercerita tentang ini dan itu tentang keadaannya. Dia kuanggap sebagai perempuan yang selesai, artinya bukan selesai mati tapi selesai dalam hidupnya. Dia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, entah diluar sana ia membawa segudang masalah atau tidak. Berbagi nasi yang dilakukannya membawa ikut tertarik mengikutinya, aktivitas ini dilakukan oleh sebagian anak-anak muda pejuang nasi begitulah disebutnya. Dari mereka ada yang laki-laki dan ada yang perempuan , jarangnya anggota perempuan mungkin karena dilakukan malam hari enggan untuk mereka dan takutnya bahaya. Berbagi nasi Kediri bukanlah suatu organisasi atau komunitas mereka tidak mempunyai anggota tetpa, sukarela , panggilan nuranilah yang smpat dikatakan hima kepadaku lasan utama mereka tetap melakukannya. BerNas Kediri digagas oleh Ibrahim dan amin, yang mereka pikirkan inilah saatbnya membantu gepeng , tukang becak dan para dkp yang tidur dalam keadaan lapar. Berselimutkan udara malam berntal dan kasur bumi Tuhan. Maka dari itu BerNas dilakukan oleh mereka pada malam hari untuk menghindari mereka yang pura – pura miskin. Itulah kehidupan, hidup yang kadang ada pasang surutnya, tidak melulu berpunya juga tidak melulu kecewa. Masih banyak yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan satu minggu sekali setiap kamis malam. Nasi mereka dapat dari donator tetap. Niat ihklas mereka hanya membantu, begitulah diriku yang juga hanya bisa membantu. Setidaknya aku akan terus mendukung perempuan-perempuan seperti hima, putrid, melly , diyan, biah untuk terus peduli,, hahahaa… mungkin sebagian orang akan mengatakan tulisanku hancur. Tapi inilah caraku menghapus satu rindu yang melulu bertanya tentang kabarmu? Wanita-wanita Indonesia.


Jumat, 08 Januari 2016

makhluk terunik itu.......



Dari ke lima belas kawanku, 11 diantarany adalah perempuan. Mereka ialah diyan, diyah, winda, melly, nilna, amil, ang, anik, nisak. Sebagai seorang perempuan hal ini cukup berat kami alami, tapi untuk sebuah pendidikan ini tak boleh membuat kami lantas putus asa.
Kemarin sahabatku diyan berkirim pesan melalui Wa ia bercerita “ nia, bagaimana kabarmu? Aku banyak masalah. Sakit. Siakad tidak bisa dibuka. Tambah sekolah mau ada acara DN, hehehheee aku ingin berteriak sekeras mungin.. tapi taklaaah  nia kita kan seterong, pilihan ini menunjukkan kita hebat bisa sampai sini nia. Menyangati keadaan hehehe”, begitulah kiranya ia menyemangati dirinya dan diriku.
Lantas hal itu ku tanggapi “benar diii, cepet sembuh ya beeb”, aku yang notabene ingin banyak diam karena sudah penat tak ingin banyak menanggapi, apalagi kalau aku tambah mengeluh kasian juga kawanku itu. hahahhaahhaahhaaha…………..peace!
Gambaran sedikit itu cukup mewakili keadaan kami disini kan, ini bukanlah apa atau bagaimana. Tapi ini adalah pelajaran untuk kita semua. Bahwa penyesalan tidak pernah ada gunanya, melakukan yang terbaik merupakan pilihan tepat. Perempuan memang diciptakan dari tulung rusuk kaum laki-laki bukan berarti perempuan lemah. Banyak keadaan yang menguatkan kita. Kita memang bukanlah kartini apalagi dewi sartika. Tapi kami berusaha sekuat tenaga hanya untuk Indonesia. Sekarang!
Indonesia bagaimana kabarmu hari ini? Bagaimana generasi penerus negeri saat ini? Kami memang sedang buta tanah air, itu bukan berarti kami lantas lupa dan selesai. Usaha kami disini sesungguhnya adalah bentuk dedikasi untuk negeri. Bagaimana kami setiap hari dipanggil sebagai kakak Indonesia? Bagaimana kami disini dikenal pandai? Bagaimana kami disini dikira tau segala macam seluk beluk Indonesia? Tidak ada yang mudah untuk sebuah pengabdian. Itulah kesimpulan yang paling tepat.
Studi. Edukasi bagi kami adalah yang terpenting. Pulang harus membawa ilmu sebanyak-banyaknya kembali membangun negeri. Kami akan tetap berdiri gagah sebagai Indonesia. Salah satu teman saya pernah berkata “ ini mah namanya menguntungkan pihak sini dan tidak menguntungkan bagian kita” , dengan tangkapan sebisanya kujawab “iya”, tapi dalam hati aku berkata “ini bukanlah bisnis, janji sebagai bentuk pengabdian masyarakat, tapi………………….(tebak sendiri)” bukannya aku munafik atau apa, itu hanyalah bentuk menghindari keteganggan. Dalam keadaan tertekan banyak orang akan mengalami stress yang tidak disadari, mungkin temanku sedang mengalami hal itu. singkat pikirku.
Thailand, itulah tempat belajar kami. Kami dipisah satu sama lain untuk disebar ke sekolah-sekolah tempat kami bertugas. Sebagai seorang gadis berada diluar negeri kali pertama tentunya was-was bercampur gundah gulana tapi mau bagaimana lagi. Sendiri, tak ada kawan, sanak saudara , keluarga hanya guru, kawan sekolah, murid dunia kami seharinya di habitat baru, yang saking barunya duniaku sempat terbalik sepertinya. Beda 180 derajat. Bayangkan saja dari mereka tidak ada yang tidak memakai hijab besar hamper semua memakai hijab besar. Berjubah, bahkan ada yang memakai cadar sedangkan dunia sebelumnya berhijad ala Indonesia simple dan seadanya. Menjadi wanita seutuhnya but just fisikly. Tentang inner beauty aku tak pernah bisa melihatnya. Mohon maaf.
Berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri adalah motto hidup kami disini. Kali ini aku sengaja hanya berbicara tentang kawanku perempuan, hanya perempuan. Aku bercerita tentang kekuatan temanku yang perempuan. Itu bukan berarti aku ingin berada diatas laki-laki. Aku hanya ingin meneriakkan kepada perempuan-perempuan lain di Indonesia, jangan hanya keluar negeri menjadi TKW. Jangan mau menjadi buta huruf, jangan mau anak-anak kalian tak pandai, putus sekolah bahkan sampai menjual diri. Aku tau banyak kemiskinan menjalar di Indonesia, banyak perempuan Indonesia menikah muda, banyak dari kalian memilih berhenti sekolah mengganti dengan kerja. Aku tau itu penting, bukan hendak berkhotbah tapi bacalah hadits Muhammad bahwa surge dibawah telapak kaki ibu, lihatlah betapa yesus kristus dilahirkan dari seorang bunda. Bahwa Dewi Sri symbol panen raya dalah perempuan.  Perempuan itu unik. Mereka kuat. Tengok aku dan kawan-kawanku jika kau tak bisa melihat kelebih atas untuk brsemangat memotivasi hidupmu. Sekolah kami berstatus STAIN Kediri yang hamper jadi IAIN yang akan mati. Nasib, ya nasib siapa yang tau. Di negeri orang kami ketar ketir tentang sekolah. Sedangkan berita tanah air, sekolah kami rusuh huru hara datang. Ambisi menjadi IAIN untuk world class university mau tidak mau memaksa sekolah kami untuk mendirikan fakultas baru, tapi yang kami tau bangunan sekolah kami tidak mencukupi untuk mahasiswa 2500 target IAIN ajaran baru. Sekilas berita itu mungkin menurut sebagian orang tidak penting. Namun, bagi kami adalah   kebanggaan. Setidaknya sekolah kami berusaha memenuhi tida pilar pendidikan, penelitian, pengabdian. Kebanggaan kami tetap STAIN Kediri, ambisi kami tetap wanita independent Indonesia, seruan kami tetap bahwa semua wanita adalah guru, guru untuk generasi penerus bangsa. Tidak mungkin kami menghianati status kami sebagai wii, inilah kami tanpa tedeng aling-aling. Jika diluar sana ada malala, ada Diana, ada blueeye maka disini ada kami. Indonesia di hati. Kami bukan Jawa kami bukan Sulawesi kami bukan papua, kami tak pernah memilih pesisir, hutan, tanah, tau air karena kami INDONESIA TANAH AIRKU. Jempol dinamakan ibu jari itu berarti siapa yang menghargai perempuan jempolan.

Senin, 04 Januari 2016

meraba-raba

pantaskah jika dirimu dikatakan cantik?
jika masih ada yang mengatakan kamu tak pandai,
bukan berarti itu bodoh,
Pataskah dikau selalu minta dihargai ?
jika banyak yang kau tak hargai,
kamu akan banyak curhat kesana kemari,
menangisi ini itu,
dengan sedikit bumbu super duper baper,
setelah itu kamu akan bertanya harus bagaimana?
Tapi kamu tak tau bisa atau tdak.
akhirnya kamu memilih untuk diam saja,
kembali pada perasaan yang sama,
enggan melangkah karena kamu takut,
enggan memilih karena kamu malas,
enggan mengatakan karena kamu kurang pengetahuan,
memilih menghindar karen kamu tau kamu akan galau,
itulah kehidupan,
akhirnya tuhanlah yang jadi sasaran untuk beradu pengakuan kesalahan slama ini,
penyesalan memang akan datang,
tapi tidak selamaya selesai terang dan mudah,
banyak hal yang kamu lakukan orang lain tak senang,
kmu akan bingung melakukan sesuatu hal,
lalu bicara pada sesiapa tak ada,
lalu kamu akan berjalan kearah utara dan selatan,
sendirian dengan rasa gugup tak tertahankan,
bagaimana kamu menghadapi orang-orang itu?
bagaimana kamu menghadapi sesuatu yang selama ini kamu takuti,
berbicara seolah tak ada yang mendengar,
bercerita tapi semua sibuk.
atau kamu yang mungkin salah paham,




atau kamu? rabalah!







ruang kesangan, bilik kak dah dan wardah!
2016, januar.