Pahlawan.
Iya pahlawan, apa definisi
pahlawan menurut dirimu? Pasti kau akan banyak mendifinisikan dengan
keyakinanmu sendiri, ciieh mulai pandai nich. Kalau tak begitu bak orang-orang
nasionalisme itu mereka akan bilang pahlawan itu ya Soekarno yang berjuang
untuk Negara Indonesia hingga merdeka, ada lagi yang unjuk kebolehan dengan
mengatakan pahlawan adalah mereka yang punya sifat patriotism, cinta dengan
tanah airnya. Bisa jadi hal ini akan semakin rancu pemirsa, jika diteruskan
hahaahaa.. sudahi dulu mari kita lanjutkan!
Tentunya dalam hidup dirimu
pernah dengar “meski orang gak punya setidaknya kita bisa berbagi”, klasik
banget nggak? Klasik dong dari jaman bahuelak mah sudah pada gitu. Ngomongin
soal berbagi aku punya cerita, dari wanita-wanita tangguh niiiich kawan,,,,
mereka yang selalu kuanggap sebagai pahlawan (tentunya pahlawan difenisiku
sendiri). Mereka akan mengorbankan sebagian masa-masa nyaman mereka, untuk
peduli dengan sesame. Kenapa ku katakana pahlawan? Karena ketika diriku
kesusahan sudah dapat dipastikan mereka pasti membantu, ktika aku lapar pasti
ada nasi untukku dari mereka Itulah pahlawan. sebagai gadis-gadis jaman
sekarang menghadapi era tekhnokrat semacam ini mengesampingkan berbagai
kesenangan ala anak jaman sekarang tentu nya tidak mudah.
Jika ada pertanyaan mengapa
diriku menulis hanya bagian perempuan saja? Karena bagiku tanpa tulisanku
seorang laki-laki sudah mampu dan kuat mempertahankan dirinya, hhahahaa,,,,,
siapa yang perempuannya mau hidup susah harus bekerja ke luar negeri? Siapa
yang mau anaknya terpaksa kawin muda? Siapa perempuan yang ingin menjadi sipon?
Laila athiyah? Tidak ada.
Hima. Begitulah aku memanggilnya
. kami tak pernah menyangka menjadi sahabat sedekat ini. Aku selalu datang
kepadanya dengan semangat yang mennggebu gebu, itulah alasanku terbesar hingga
sekarang untuk tak bosan mendengarkan critanya. Pertemuan dalam satu organisasi
membawaku dekat dengannya, dial ah yang kuanggap pahlawan bersama hima-hima
yang lain dengan nama putrid, melly, biah, dll mereka mengikuti aktivitas
berbagi nasi. Dia akan banyak bercerita tentang ini dan itu tentang keadaannya.
Dia kuanggap sebagai perempuan yang selesai, artinya bukan selesai mati tapi
selesai dalam hidupnya. Dia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, entah diluar
sana ia membawa segudang masalah atau tidak. Berbagi nasi yang dilakukannya
membawa ikut tertarik mengikutinya, aktivitas ini dilakukan oleh sebagian
anak-anak muda pejuang nasi begitulah disebutnya. Dari mereka ada yang
laki-laki dan ada yang perempuan , jarangnya anggota perempuan mungkin karena
dilakukan malam hari enggan untuk mereka dan takutnya bahaya. Berbagi nasi
Kediri bukanlah suatu organisasi atau komunitas mereka tidak mempunyai anggota
tetpa, sukarela , panggilan nuranilah yang smpat dikatakan hima kepadaku lasan
utama mereka tetap melakukannya. BerNas Kediri digagas oleh Ibrahim dan amin,
yang mereka pikirkan inilah saatbnya membantu gepeng , tukang becak dan para
dkp yang tidur dalam keadaan lapar. Berselimutkan udara malam berntal dan kasur
bumi Tuhan. Maka dari itu BerNas dilakukan oleh mereka pada malam hari untuk
menghindari mereka yang pura – pura miskin. Itulah kehidupan, hidup yang kadang
ada pasang surutnya, tidak melulu berpunya juga tidak melulu kecewa. Masih
banyak yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan satu minggu sekali setiap
kamis malam. Nasi mereka dapat dari donator tetap. Niat ihklas mereka hanya
membantu, begitulah diriku yang juga hanya bisa membantu. Setidaknya aku akan
terus mendukung perempuan-perempuan seperti hima, putrid, melly , diyan, biah
untuk terus peduli,, hahahaa… mungkin sebagian orang akan mengatakan tulisanku
hancur. Tapi inilah caraku menghapus satu rindu yang melulu bertanya tentang
kabarmu? Wanita-wanita Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar