Jumat, 15 Januari 2016

BN and dirimu



Pahlawan.
Iya pahlawan, apa definisi pahlawan menurut dirimu? Pasti kau akan banyak mendifinisikan dengan keyakinanmu sendiri, ciieh mulai pandai nich. Kalau tak begitu bak orang-orang nasionalisme itu mereka akan bilang pahlawan itu ya Soekarno yang berjuang untuk Negara Indonesia hingga merdeka, ada lagi yang unjuk kebolehan dengan mengatakan pahlawan adalah mereka yang punya sifat patriotism, cinta dengan tanah airnya. Bisa jadi hal ini akan semakin rancu pemirsa, jika diteruskan hahaahaa.. sudahi dulu mari kita lanjutkan!
Tentunya dalam hidup dirimu pernah dengar “meski orang gak punya setidaknya kita bisa berbagi”, klasik banget nggak? Klasik dong dari jaman bahuelak mah sudah pada gitu. Ngomongin soal berbagi aku punya cerita, dari wanita-wanita tangguh niiiich kawan,,,, mereka yang selalu kuanggap sebagai pahlawan (tentunya pahlawan difenisiku sendiri). Mereka akan mengorbankan sebagian masa-masa nyaman mereka, untuk peduli dengan sesame. Kenapa ku katakana pahlawan? Karena ketika diriku kesusahan sudah dapat dipastikan mereka pasti membantu, ktika aku lapar pasti ada nasi untukku dari mereka Itulah pahlawan. sebagai gadis-gadis jaman sekarang menghadapi era tekhnokrat semacam ini mengesampingkan berbagai kesenangan ala anak jaman sekarang tentu nya tidak mudah.
Jika ada pertanyaan mengapa diriku menulis hanya bagian perempuan saja? Karena bagiku tanpa tulisanku seorang laki-laki sudah mampu dan kuat mempertahankan dirinya, hhahahaa,,,,, siapa yang perempuannya mau hidup susah harus bekerja ke luar negeri? Siapa yang mau anaknya terpaksa kawin muda? Siapa perempuan yang ingin menjadi sipon? Laila athiyah? Tidak ada.
Hima. Begitulah aku memanggilnya . kami tak pernah menyangka menjadi sahabat sedekat ini. Aku selalu datang kepadanya dengan semangat yang mennggebu gebu, itulah alasanku terbesar hingga sekarang untuk tak bosan mendengarkan critanya. Pertemuan dalam satu organisasi membawaku dekat dengannya, dial ah yang kuanggap pahlawan bersama hima-hima yang lain dengan nama putrid, melly, biah, dll mereka mengikuti aktivitas berbagi nasi. Dia akan banyak bercerita tentang ini dan itu tentang keadaannya. Dia kuanggap sebagai perempuan yang selesai, artinya bukan selesai mati tapi selesai dalam hidupnya. Dia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, entah diluar sana ia membawa segudang masalah atau tidak. Berbagi nasi yang dilakukannya membawa ikut tertarik mengikutinya, aktivitas ini dilakukan oleh sebagian anak-anak muda pejuang nasi begitulah disebutnya. Dari mereka ada yang laki-laki dan ada yang perempuan , jarangnya anggota perempuan mungkin karena dilakukan malam hari enggan untuk mereka dan takutnya bahaya. Berbagi nasi Kediri bukanlah suatu organisasi atau komunitas mereka tidak mempunyai anggota tetpa, sukarela , panggilan nuranilah yang smpat dikatakan hima kepadaku lasan utama mereka tetap melakukannya. BerNas Kediri digagas oleh Ibrahim dan amin, yang mereka pikirkan inilah saatbnya membantu gepeng , tukang becak dan para dkp yang tidur dalam keadaan lapar. Berselimutkan udara malam berntal dan kasur bumi Tuhan. Maka dari itu BerNas dilakukan oleh mereka pada malam hari untuk menghindari mereka yang pura – pura miskin. Itulah kehidupan, hidup yang kadang ada pasang surutnya, tidak melulu berpunya juga tidak melulu kecewa. Masih banyak yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan satu minggu sekali setiap kamis malam. Nasi mereka dapat dari donator tetap. Niat ihklas mereka hanya membantu, begitulah diriku yang juga hanya bisa membantu. Setidaknya aku akan terus mendukung perempuan-perempuan seperti hima, putrid, melly , diyan, biah untuk terus peduli,, hahahaa… mungkin sebagian orang akan mengatakan tulisanku hancur. Tapi inilah caraku menghapus satu rindu yang melulu bertanya tentang kabarmu? Wanita-wanita Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar