Ini kisahku, yang akan kukisahkan senyata-nyatanya kepadamu. persahabatan yang begitu gak penting pakek banget. hehehehehe ( senyum mengejek).
Ameela namanya. biasa ku panggil dengan "amiiiiiiiiiiiil", karena memanggil dengan kata "amil" akan membuat jarakku dengannya lebih dekat, meski yang merasakan hanya aku... hohoho...
Sekarang kami menjalani aktifitas menjadi seprang guru disalah satu sekolah di wilayah Narathiwat-Thailand Selatan. aktifitas ini, kami namai sebagai Student Exchange , karena memang MOU antara Indonesia-Thailand di progam kami ini tertulis Student Exchange, Indonesia mengirimkan mahasiswanya dan begitulah sebaliknya untuk saling belajar (Buku tatib Badan Alumni Thailand Selatan 2010).
Dia bertugas di Darul Islah kampung kae mae Luar dan aku di Ma'had Narawith Islam bagian bandar Narathiwat orang-orang sini menyebutnya. Jarak antara tempat kami bertugas entah secara kebetulan atau tidak juga tidak jauh, hanya sekitar 10 km. Mungkin itu juga yang menjadi satu alasan mengapa aku tetap bisa berdiskusi dengan sahabatku itu walau di Thailand.
Awal, awalnya sekali. dulu, dan kenpa harus ada dulu? aku juga tidak tahu. tebak sendiri atau jangan2 kamu sudah mulai bingung membaca ceritaku. Dia mengajakku untuk ikut jejaknya di organisasi ekstra yang ada di kampus kami. Aku sebenarnya menanggapi hal itu tidak serius, tapi ternyata dia serius hingga mengajakku pada tingkat pelatihan menjadi anggotanya. Organisasi itu, dipanggil HMI. iya HMI. Tentu, ia yang me-MHI terlebih dulu daripada aku. Alhamdulillah, ucapku saat itu karena telah menuntaskan latihan kader 1 di HMI beribu sayang terlantun dihati karena sahabatku amil ia sakit dan harus pulang ditengah perjalanannnya latihan kader. Keadaan itu, membuat ia lulus sebagai anggota tapi bersyarat. lama-kelamaan berproses di HMI membuatku semakin dekat dengan dia, kami bersahabat layaknya adik-kakak. Memang tidak sama tapi setujuan, memang berbeda tapi kompak, memang sama-sama tidak aktif di HMI, tapi suatu waktu sketika bercakap terlontar dari mulutnya, entah itu hanya semua atau barang kali tanda basa-basi "jiwa-raga kami masih HMI" entah sampai kapan. Kali ini, ajakannya begitu berhasil hingga membawaku pada posisi sekum di HMI komisariat Jalalludin Al Rumy bersama kanda Abas Dan semua kanda-Yunda , Dinda-Adinda semoga nahkoda kami sampai tujuan yang lurus dan benar meski penuh liku.
KaNda. Begitulah ajang itu dinamai. setidaknya kami juga pernah menjadi seniman bersama. Berproses sebagai DULUR KaNda dan yang namanya DULUR tidak pernah ada kata bekas. Mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa ) KaNda membuat kami tambah segalanya. Berolah tidak hanya pikir , materi tapi juga rasa membuat kami bisa mengatakan kepada dunia "bahwa kami sangat bahagia" walaupun terkadang derita jua. Itulah kehidupan, yang tidak perlu disembunyikan disana segala rasa diproses dan dienyahkan menjadi model drama, prosa, gambar, kepedulian, kepandaian dan bahkan apa saja yang kau inginkan. Puncakku berproses di KaNda yang aku harus memngucapkan banyak-banyak terima kash kepada amil adalah aku sempat ikut aksi sebagai penderita HIV_AIDS pada acara hari AIDS dunia di Bundaran Sekartaji Kediri. Itu juga berkat ajakan Amil.
Hingga akhirnya aku mengenal DeDIKASI salah satu UKM yang bergelut dibidang jurnalistik melalui KaNda. Sampai sekarang aku masih menjadi anggotanya. Alhamdulillah, puji Tuhan untuk yang kedua mengantarkan ku sekarang menjadi tim redaksi. Jika dulu berada di KaNda namun, sekarang memilih jalan lain untuk berproses kami bangga menyebut diri kami sebagai dulur KaNda.
Ingin kuucapkan beribu terima kasih kepadanya, sahabatku amila. Dijajaran kawanku yang lain kurasa Ia memang mempunyai daya intelektual. Akhir-akhir ini ku ketahui Ia mempunyai banyak murid di bimbingan belajar yang baru saja Ia dirikan. Kami akan banyak bercerita tentang hal-hal yang konyol. Misal kami akan mendiskusikan tentang status di facebook yang orang lain anggap tidak penting tapi bagi kami penting untuk didiskusikan karena seru. Satu lagi tentang wacana untuk negara, (ciiiiiiieeee sok president), atau tentang Tuhan ia akan menanggapinya yang ternyata entah kebetulan atau tidak kadang pendapatnya agak sama.
begitulah ceritaku dengannya, tulisan ini sengaja di tulis untuk memperingati hari perempuan internasioanl. Dan untuk merayakan ulang tahun Amila pada 27 MARET nanti, untuk itu aku akan mng-post tulisan - tulisan yang hingga tanggal 27 Maret nanti sebagai kadoku untuknya.
Ma'had Narawith Islam.
